Ads 468x60px

Friday, March 13, 2015

Jangan Menangis Sayang

Pagi ini aku bangun di saat matahari telah meninggi.
Ku lihat facebook wall mu yang aktif sepanjang malam.
Berarti engkau tidak tidur juga semalaman.

Aku bayangkan dalam dinginnya gelap
Tangisan mu melarut pilu
Dalam harunya lautan malam
Seakan hendak bercerita
Gadisku terisak untuk melepas kesedihan.

Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu

Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan

Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan

Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku


6 comments:

Arlin Silamba said...

Tak akan ada tangis lagi sayang
Malam sepi telah menghapusnya
Pagi hari telah datang
Seperti kedua hati telah kembali

Kita akan selalu bersama
Aku tak sanggup untuk pergi jauh
Biarlah kasih itu semakin kuat di hati kita
Cinta kita seperti bunga merekah

Arlin Silamba said...

I miss you.... Apa kabarmu?

Arlin Silamba said...

Bang Rick, i miss you

Arlin Silamba said...

Beberapa bulan ini aku banyak berpikir dan melihat apa yang terjadi,
Keegoisanku dan keinginan pribadi selalu aku andalkan
Maafkan aku sayang
Mari kita mulai persahabatan dan percintaan kita dengan bersama-sama berjuang
Aku siap berjuang denganmu
Hidup matipun akan ku jalani
Aku Engkau akan berjuang demi semua cinta kita
Demi hari depan kita berdua
Bersama selamanya

Arlin Silamba said...

Sayang, apakah perjuangan itu harus berakhir disini
Rasanya masa depan cinta kita tinggal bayang-bayang yang mulai pudar
Disana tampak awan menutupi secara perlahan
Kelam malam semakin pekat
Cahaya itu semakin pudar
Tenggelam oleh gelapnya malam

Tiada gunanya lagi aku berharap
Tiada gunanya lagi menunggu
Penantian itu telah berlaku
Aku hanya melihat engkau telah bahagia dengannya
Selamat jalan sayangku berbahagialah selamanya

Arlin Silamba said...

Tak mampu untuk melupakanmu
Biarlah waktu kembali yang menjawabnya