Seperti kita ketahui tak lama setelah hari kekecewaan tahun 1844, Ellen White menerima ilham yang pertama ketika dia baru berusia 17 tahun. Sekitar seminggu setelah ilham yang pertama itu, dia menerima ilham yang kedua. Pada ilham itu dia diberi pandangan tentang pergumulan yang dia akan melalui, dan perintah padanya untuk mengabarkan hal-hal yang Tuhan telah tunjukkan dirinya. Dia merasa bahwa Tuhan memintanya untuk melakukan hal yang mustahil untuk dia lakukan! Bagaimana dia bisa bepergian dari satu tempat ke tempat? Siapa yang akan pergi bersamanya? Dan, bagaimana mungkin ia mampu untuk berbicara di hadapan orang banyak? Siapa yang akan mendengarkannya, seorang yang lemah, remaja yang pemalu? Dia merasa sedih dan tertekan terlihat jelas pada wajahnya.
Suatu ketika pada satu pertemuan doa malam di rumah, pada saat doa dilayangkan baginya agar dia memperoleh kekuatan untuk meneruskan pesan Tuhan telah diberikan kepadanya, tiba-tiba, 'sesuatu yang tampak seperti bola api menimpa ku tepat di arah jantung. Kekuatan ku hilang lenyap, dan saya terjatuh ke lantai.




