Ads 468x60px

Wednesday, May 27, 2015

Kisah Dibalik Eksekusi Gembong Narkoba (1)

Cinta itu ada pengorbanan, pengorbanan adalah cinta
Cinta itu tangis dan tawa. Cinta adalah hati, hati adalah cinta

Cinta itu adalah kerinduan, kerinduan adalah cinta
Cinta itu nikmat dan perih. Cinta adalah nafsu, nafsu adalah cinta

Cinta itu memang buta kalau tidak buta bukan cinta
Cuma sekedar sayang
Cinta tak perlu logika, cinta butuh perasaan 

Cinta tak butuh kenyataan


Kutipan lagu Mahadewa Band di atas dikarang musisi Ahmad Dani berjudul “Cinta Itu Buta” sangat manusiawi dan menyentuh hati. ”Lagu Cinta Itu Buta” mengingatkan kita, ketika jatuh cinta apapun dapat dikorbankan, rasionalisasi hilang dan kenyataan hidup terlihat hanya seperti ilusi.

Friday, March 13, 2015

Jangan Menangis Sayang

Pagi ini aku bangun di saat matahari telah meninggi.
Ku lihat facebook wall mu yang aktif sepanjang malam.
Berarti engkau tidak tidur juga semalaman.

Aku bayangkan dalam dinginnya gelap
Tangisan mu melarut pilu
Dalam harunya lautan malam
Seakan hendak bercerita
Gadisku terisak untuk melepas kesedihan.

Keringkan pipimu, sayang…
Usah benarkan tangisanmu tercetus lagi di wajahmu
Walau terpaksa menangis di dalam hati…
Lebih baik begitu

Jangan menangis sayang
Perpisahan ini bukan dipinta
Terpaksa kita merelakannya
Terimalah kehendakNya, walaupun pahit untuk ditelan

Sayangku...jangan menangis lagi…
Aku kan tetap menyayangimu
Ingatan dan rinduku mengiringimu selalu
Kasihku padamu tak mungkin terpadamkan

Jangan menangis sayang
Kenapa tangisanmu semakin laju?
Tetesan air matamu hanya menyayat pilu hatiku
Binalah hidup barumu…
Kuyakin kau dapat menempuhinya…
Walau tanpa kehadiranku


Friday, September 05, 2014

Kelapa Sawit: Tinjauan Politik dan Bisnis (1)


Oil Palm Farm


Sebenarnya aku tidak tahu banyak tentang politik, ekonomi, dan kelapa sawit. Politik yang aku tahu hanya sebatas pileg dan pilpres yang belakangan ini kuikuti lewat online streaming. Ekonomi yang aku tahu hanya sebatas kolom-kolom debet kredit yang ku pelajari dahulu kala dimasa di SMP dulu. Kelapa sawit yang kutahu adalah kebun milik pemerintah di sisi jalan setapak menuju desa nenekku. Kebun dimana masa liburan sekolahku dulu dihabiskan untuk mencari pelepah sawit untuk dijadikan kayu bakar. Kebun dimana dulu pernah dikejar-kejar kerani kebun karena dipikir kami mencuri buah-buah sawit yang indah itu. Selain itu, yang aku tahu kelapa sawit adalah salah satu investasi favorit sebagian pejabat yang korup. Itulah yang aku baca di koran. Kebenarannya tentu aku tidak tahu.
Kelapa sawit sejatinya bukan tanaman asli Indonesia. Menurut ceritanya kelapa sawit berasal dari Afrika. Ditanam para bule-bule londo sebagai tanaman hias di Kebun Raya Bogor. Warna buahnya yang memang indah: kuning, orange, dan merah jingga; pelepahnya yang melambai bak pohon palma, membuat tanaman ini cocok ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias.

Kelapa Sawit: Tinjauan Politik dan Bisnis (2)

under contsruction

Wednesday, April 24, 2013

Apa artinya: "Yesus Kristus, yang pertama bangkit dari antara orang mati?"

“Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya—“ Wahyu 1:4-5

Yohanes Kekasih penulis kitab Wahyu tentu mengetahui bahwa banyak orang yang bangkit sebelum kebangkitan Yesus Kristus. Yohanes Kekasih adalah saksi mata kebangkitan putri Yairus, kebangkitan anak laki-laki janda di kota Nain (Luk 7:11-17), kebangkitan Lazarus (Yoh 11:43-44), orang-orang yang bangkit pada hari kematian Yesus (Mat 27:52).  Yohanes juga tahu dari kisah-kisah dalam Perjanjian Lama ada banyak orang yang dibangkitkan dari kematian. Pertanyaannya sekarang adalah apa maksud Yohanes  menuliskan frasa,”yang pertama bangkit dari antara orang mati?”