Cinta adalah rekonsiliasi dua kebutuhan dasar manusia. Di satu sisi, kebutuhan akan rasa aman, prediktabilitas, kedamaian, untuk perlindungan, dan tempat bersandar. Semua kebutuhan ini, adalah landasan untuk memilih pasangan kita yang secara simbolik disebut rumah. Tapi kita juga memiliki kebutuhan yang sama kuat, yaitu keinginan untuk berpetualang, merasakan hal-hal baru, menyingkapkan misteri, berjudi dengan risiko, melakukan hal-hal yang bahaya, mengalami hal-hal yang tidak diketahui atau yang dialami, keinginan untuk merasakan kejutan yang tak terduga, Semua kebutuhan ini intinya adalah keinginan untuk berpetualang.
Bagaimana mendamaikan kebutuhan akan keamanan dan kebutuhan kita untuk berpetualang menjadi satu hubungan yang penuh gairah?
Tuesday, September 19, 2017
Monday, August 21, 2017
Contraflow
Ya baiklah kalau begitu
Kalau memang kehendak tidak sejalan dengan kenyataan.
Kalau memang kehendak tidak sejalan dengan kenyataan.
Labels:
Gado-gado,
Personal,
Relationship
Monday, March 20, 2017
Bapak, Aku Pulang !
Pak, Aku pulang !
Bapak dimana?
Bukannya bapak berjanji menungguku?
Apakah penantianmu terlalu lama?
Apakah bapak lelah menungguku?
Kemana aku mencarimu, pak?
Akankah kugali gundukan itu?
Dan pencabut papan namamu?
Hari ini aku menemuimu, pak
Di bawah kamboja dan nisanmu
Mengenang segala kata dan janjiku kepadamu
Tapi seolah kau hanya utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Aku ingin bapak penghapus basah di tatapku
Walau barang sekali.
Bapak dimana?
Bukannya bapak berjanji menungguku?
Apakah penantianmu terlalu lama?
Apakah bapak lelah menungguku?
Kemana aku mencarimu, pak?
Akankah kugali gundukan itu?
Dan pencabut papan namamu?
Hari ini aku menemuimu, pak
Di bawah kamboja dan nisanmu
Mengenang segala kata dan janjiku kepadamu
Tapi seolah kau hanya utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Aku ingin bapak penghapus basah di tatapku
Walau barang sekali.
Labels:
Personal,
Poets,
Relationship
Monday, November 16, 2015
Cinta Sekerat
Sayangku,
Seandainya hari ini hari terakhir buatku,
izinkan aku menatap wajahmu.
Agar aku dapat bernafas
mencium harummu.
Tapi esok belumlah hari terakhirku
Masih ada tugas dan tanggung jawab yang masih belum terbayar tunai.
Sayangku,
Tiada guna kau menunggu disini
Sebab kadang ada cocok dalam hati namun takdir tak sejalan.
Sayangku lihatlah...
Lengkungan tujuh warna warni menghiasi langit selepas hujan.
Bagai bentang selendang mayang.
Lengkungan tujuh warna warni menghiasi langit selepas hujan.
Bagai bentang selendang mayang.
Ku harap kau berhenti untuk sedih
Selepas pergi,
ku yakin kau akan dapat melihat keindahan hidup ini.
Selepas pergi,
ku yakin kau akan dapat melihat keindahan hidup ini.
Labels:
Gado-gado,
Personal,
Poets,
Relationship
Thursday, May 28, 2015
Kisah Dibalik Eksekusi Gembong Narkoba (2)
Sehari
menjelang pelaksanaan eksekusi mati, Andrew Chan menikahi Febyanti Herewila
meskipun nyawanya hanya tinggal satu hari lagi bersemayam di
tubuhnya. Feby, seorang seorang pendeta Gereja
Bala Keselamatan, meski di luar sana banyak pria yang yang terpikat padanya,
faktanya ia lebih memilih gembong narkoba yang beberapa jam ke depan menyandang
gelar almarhum. (Baca: Kisah Dibalik Eksekusi Gembong Narkoba
bag. 1 )
Labels:
Philosophy,
Relationship,
Sociology
Subscribe to:
Posts (Atom)



